Langkah-langkah Publikasi Jurnal Sinta 6

Publikasi jurnal Sinta 6 masih menjadi pilihan banyak mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin menerbitkan artikel ilmiah di jurnal nasional terakreditasi. Level ini sering dipilih karena dinilai lebih memungkinkan untuk ditembus, terutama bagi penulis yang baru mulai membangun rekam jejak publikasi.

Meski begitu, prosesnya tetap tidak bisa dianggap sepele. Artikel yang dikirim harus sesuai fokus jurnal, mengikuti ketentuan penulisan, dan lolos tahap review sebelum benar-benar terbit.

Kalau kamu sedang menargetkan publikasi di jurnal Sinta 6, penting untuk memahami alur, persyaratan, dan strategi yang tepat sejak awal agar peluang diterima lebih besar.

Apa Itu Jurnal Sinta 6?

Jurnal Sinta 6 adalah jurnal ilmiah nasional yang telah terindeks dalam sistem SINTA (Science and Technology Index) dan berada pada tingkat akreditasi dasar. Jurnal pada level ini tetap termasuk jurnal terakreditasi, sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan akademik dan profesional.

Banyak penulis memilih jurnal Sinta 6 sebagai titik awal publikasi karena proses seleksinya umumnya lebih ramah dibanding level di atasnya. Namun, “lebih ramah” bukan berarti bisa asal kirim. Naskah tetap harus disusun secara ilmiah, relevan dengan bidang jurnal, dan memenuhi standar editorial yang berlaku.

Dengan kata lain, publikasi di jurnal Sinta 6 tetap membutuhkan kesiapan naskah yang baik agar tidak berujung revisi berulang atau penolakan.

Siapa yang Cocok Publikasi di Jurnal Sinta 6?

Publikasi jurnal Sinta 6 cocok untuk penulis yang sedang berada pada tahap awal atau menengah dalam dunia publikasi ilmiah. Target ini cukup relevan untuk berbagai kalangan, terutama yang sedang membangun portofolio akademik.

Mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang paling sering menargetkan jurnal ini, khususnya saat membutuhkan artikel untuk mendukung tugas akhir, syarat seminar hasil, atau luaran penelitian. Selain itu, dosen pemula juga banyak memilih Sinta 6 untuk mulai membangun rekam jejak publikasi secara bertahap.

Peneliti independen, guru, praktisi, hingga profesional yang memiliki hasil kajian atau penelitian terapan juga bisa menjadikan jurnal Sinta 6 sebagai media publikasi yang cukup strategis.

Mengapa Publikasi Jurnal Sinta 6 Masih Banyak Diminati?

Ada alasan kuat mengapa publikasi jurnal Sinta 6 tetap dicari sampai sekarang. Bagi banyak penulis, level ini dianggap sebagai jalur yang lebih realistis untuk memulai publikasi tanpa harus langsung menargetkan jurnal dengan tingkat seleksi yang jauh lebih ketat.

Selain itu, jurnal Sinta 6 tetap memiliki nilai akademik karena sudah masuk dalam sistem pengindeksan nasional. Artinya, publikasi di level ini tetap lebih baik dibanding menerbitkan artikel di jurnal yang tidak jelas akreditasi dan kredibilitasnya.

Bagi penulis pemula, pengalaman menembus jurnal Sinta 6 juga sangat penting. Dari proses ini, kamu bisa belajar bagaimana menulis artikel ilmiah yang lebih rapi, menyesuaikan naskah dengan template jurnal, memahami revisi reviewer, dan mempersiapkan diri untuk level jurnal yang lebih tinggi di masa depan.

Syarat Publikasi Jurnal Sinta 6

Sebelum mengirim naskah, ada beberapa syarat umum yang perlu kamu pahami agar proses publikasi jurnal Sinta 6 berjalan lebih lancar.

1. Naskah harus sesuai fokus dan scope jurnal

Setiap jurnal memiliki bidang kajian masing-masing. Ada jurnal yang fokus pada pendidikan, hukum, manajemen, kesehatan, teknik, sosial, dan bidang lainnya. Karena itu, artikel yang kamu kirim harus benar-benar relevan dengan ruang lingkup jurnal tujuan.

Kesalahan paling umum adalah mengirim artikel ke jurnal yang topiknya tidak nyambung. Akibatnya, naskah bisa langsung ditolak bahkan sebelum masuk tahap review.

2. Artikel harus mengikuti template jurnal

Setiap jurnal biasanya memiliki format penulisan yang berbeda. Mulai dari struktur judul, abstrak, kata kunci, metode penelitian, hasil pembahasan, hingga daftar pustaka. Semua ini harus disesuaikan dengan template yang disediakan oleh jurnal.

Hal yang terlihat teknis seperti margin, ukuran font, jumlah kata abstrak, atau gaya sitasi ternyata sering menjadi alasan revisi awal.

3. Memiliki unsur kebaruan atau nilai kontribusi

Walaupun jurnal Sinta 6 cenderung lebih terbuka untuk penulis pemula, naskah tetap harus memiliki nilai ilmiah. Artikel sebaiknya tidak hanya mengulang teori lama, tetapi juga memberikan temuan, analisis, atau sudut pandang yang relevan.

Kebaruan tidak selalu harus besar. Kadang, pembaruan pada lokasi penelitian, objek kajian, pendekatan analisis, atau data terbaru juga sudah cukup memberi nilai tambah.

4. Tingkat similarity harus aman

Originalitas naskah menjadi hal penting dalam publikasi ilmiah. Karena itu, artikel yang dikirim sebaiknya memiliki tingkat similarity yang aman dan tidak mengandung plagiarisme.

Banyak jurnal meminta naskah yang bersih dari copy-paste berlebihan, terutama pada bagian teori, pembahasan, dan kesimpulan. Itulah sebabnya proses paraphrase dan sitasi yang benar sangat berpengaruh terhadap peluang diterima.

Langkah-langkah Publikasi Jurnal Sinta 6

Memahami alur pengiriman artikel akan membantu kamu lebih siap secara teknis maupun mental. Berikut tahapan umum dalam publikasi jurnal Sinta 6.

1. Menentukan jurnal tujuan

Langkah pertama adalah memilih jurnal yang paling sesuai dengan topik penelitianmu. Jangan asal memilih hanya karena label “Sinta 6”. Pastikan jurnal tersebut memang menerima topik yang kamu bahas dan masih aktif menerima submission.

Pada tahap ini, kamu juga perlu mengecek apakah jurnal tersebut masih aktif terbit, bagaimana sistem review-nya, dan apakah ada biaya publikasi atau tidak.

2. Menyesuaikan artikel dengan template

Setelah jurnal dipilih, naskah perlu dirapikan mengikuti template resmi jurnal. Ini termasuk struktur artikel, format sitasi, jumlah halaman, penulisan tabel, gambar, dan bagian referensi.

Banyak penulis gagal di tahap awal bukan karena isi artikelnya buruk, tetapi karena tidak disiplin mengikuti format jurnal.

3. Submit melalui OJS

Sebagian besar jurnal Sinta 6 menggunakan sistem Open Journal Systems (OJS) untuk proses pengiriman naskah. Kamu perlu membuat akun, mengisi metadata artikel, mengunggah file naskah, dan melengkapi data penulis.

Tahap ini terlihat sederhana, tetapi sering kali cukup membingungkan bagi penulis yang baru pertama kali submit jurnal.

4. Proses review dan revisi

Setelah naskah masuk, editor akan melakukan pengecekan awal. Jika lolos, artikel akan diteruskan ke reviewer untuk dinilai dari sisi substansi, metodologi, kebaruan, dan kualitas penulisan.

Pada tahap ini, kamu mungkin akan menerima revisi minor atau revisi mayor. Revisi adalah hal yang normal dalam publikasi ilmiah, jadi jangan langsung panik jika naskah dikembalikan untuk diperbaiki.

5. Copyediting dan terbit

Jika revisi sudah diterima, artikel biasanya masuk ke tahap copyediting, layout, dan penjadwalan terbit. Setelah itu, artikel akan dipublikasikan di website jurnal sesuai issue yang tersedia.

Lama prosesnya bisa berbeda-beda, tergantung kebijakan masing-masing jurnal.

Baca Juga: Biaya Publikasi Jurnal Sinta 6

Kendala yang Sering Terjadi Saat Publikasi Jurnal Sinta 6

Banyak penulis mengira tantangan publikasi hanya soal “diterima atau ditolak”. Padahal, hambatannya sering muncul sejak sebelum naskah dikirim.

Salah satu kendala paling umum adalah topik artikel tidak sesuai dengan scope jurnal. Selain itu, banyak juga penulis yang masih kesulitan menyusun artikel dalam format ilmiah yang benar, terutama pada bagian metode, hasil, dan pembahasan.

Masalah lain yang sering muncul adalah sitasi yang kurang rapi, referensi yang belum kuat, tingkat similarity yang tinggi, serta penggunaan bahasa ilmiah yang masih terlalu lemah. Di luar itu, proses teknis seperti submit di OJS dan merespons komentar reviewer juga sering menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, persiapan naskah sebelum submit jauh lebih penting daripada sekadar buru-buru mengirim artikel.

Tips Agar Publikasi Jurnal Sinta 6 Lebih Mudah Diterima

Agar peluang lolos lebih besar, ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan sebelum mengirim naskah.

Pahami gaya artikel jurnal, bukan skripsi

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah naskah jurnal masih terasa seperti potongan skripsi atau tesis. Padahal, artikel jurnal harus lebih ringkas, fokus, dan langsung ke inti pembahasan.

Kalau kamu mengubah hasil penelitian menjadi artikel, pastikan strukturnya sudah disederhanakan dan disesuaikan dengan format publikasi ilmiah.

Gunakan referensi yang relevan dan terbaru

Referensi sangat memengaruhi kualitas artikel. Sebisa mungkin gunakan sumber yang relevan, kredibel, dan terbaru, terutama dari jurnal ilmiah atau buku akademik yang sesuai dengan topik penelitian.

Referensi yang kuat akan membantu artikelmu terlihat lebih matang dan meyakinkan di mata editor maupun reviewer.

Perkuat bagian hasil dan pembahasan

Bagian ini adalah “jantung” artikel ilmiah. Banyak naskah ditolak bukan karena topiknya buruk, tetapi karena pembahasannya terlalu dangkal.

Jangan hanya menampilkan data, tetapi jelaskan juga maknanya, kaitannya dengan teori, dan apa kontribusi temuan tersebut terhadap bidang yang dibahas.

Cek bahasa dan kerapian naskah

Artikel yang rapi lebih enak dibaca dan lebih mudah dinilai. Pastikan tidak ada typo berlebihan, struktur kalimat tidak berantakan, serta istilah akademik digunakan secara tepat.

Kadang, kualitas isi artikel sebenarnya cukup baik, tetapi kesan keseluruhannya jadi turun hanya karena naskah terlihat kurang rapi.

Jasa Pendampingan Publikasi Jurnal Sinta 6

jasa pendampingan publikasi jurnal sinta 6

Sudah punya naskah dan ingin lanjut ke proses publikasi jurnal Sinta 6? Ridwan Institute siap membantu kamu menjalani proses publikasi dari awal hingga akhir.

Layanan ekslusif:

✅ LoA cepat (1–2 minggu)

✅ Proses peer-review, revisi minor, dan proofreading

✅ Cek Turnitin hingga open access

✅ E-certificate resmi

✅ Garansi 100% aman

Menerima naskah dari berbagai bidang ilmu:

  • Bidang ilmu jurnal kami:
  • Ilmu Sosial dan Humaniora
  • Kesehatan
  • Hukum
  • Studi Islam dan Keagamaan
  • Teknik dan Informatika
  • Pendidikan
  • Manajemen dan Bisnis
  • Ekonomi dan Akuntansi

Kami dipercaya sejak 2018 dan telah menerbitkan setidaknya 10.000 artikel ilmiah.

Penutup

Publikasi jurnal Sinta 6 bisa menjadi langkah awal yang sangat penting untuk membangun rekam jejak akademik. Meski levelnya lebih terjangkau dibanding jurnal dengan akreditasi lebih tinggi, prosesnya tetap membutuhkan kesiapan naskah, ketelitian teknis, dan strategi yang tepat.

Kalau kamu ingin artikel lebih mudah diterima, jangan hanya fokus pada submit cepat. Yang jauh lebih penting adalah memastikan isi naskah relevan, formatnya rapi, dan pembahasannya benar-benar layak dipublikasikan.

Dengan persiapan yang matang, peluang terbit di jurnal Sinta 6 tentu akan jauh lebih besar.

FAQ

Apakah jurnal Sinta 6 termasuk jurnal terakreditasi?

Ya, jurnal Sinta 6 tetap termasuk jurnal nasional terakreditasi dan berada dalam sistem pengindeksan SINTA.

Jurnal Sinta 6 pasti mudah ditembus?

Tidak selalu. Meskipun relatif lebih memungkinkan dibanding level di atasnya, naskah tetap harus sesuai scope, rapi, ilmiah, dan lolos review.

Berapa lama proses publikasi jurnal Sinta 6?

Waktunya bervariasi tergantung kebijakan jurnal, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.

You might also like

Head Office Greenland Sendang Residence No. E-06, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611 Customer Support 0852-1341-2727

Attention!

Mau Skillmu Makin Jago dan Karirmu Melesat? Yuk, Gunakan Jasa Sertifikasi Profesi di Ditekindo Sekarang Juga!

Konsultasikan Pada Kami

Ridwan Institute adalah lembaga publikasi jurnal ilmiah yang membantu penerbitan jurnal

Ditekindo