Kamu bisa pelajari lebih lanjut tentang usulan pendirian perguruan tinggi untuk mengetahui langkah dan syarat penting dalam membangun lembaga pendidikan baru.
Klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk mulai berkonsultasi dengan tim ahli!
Hallo sobat ridwaninstitute pada kesempatan ini saya akan membahas tentang perbedaan hasil dan pembahasan dalam Karya Ilmiah, seperti apa pembahasanya, yuk simak selengkapnya di bawah ini.
Sebelum masuk ke dalam pembahasannya kamu perlu tahu dulu apa itu bagian hasil yang sebenarnya, yuk simak selengkapnya di bawah ini.
Daftar Isi
Toggle
Sebelum membahas perbedaannya, kita perlu tahu dulu apa yang dijelaskan dengan hasil dalam penelitian.
Bagian hasil adalah tempat kamu memaparkan temuan penelitian yang telah dilakukan. Isinya fokus pada data, fakta, atau informasi mentah yang diperoleh dari proses pengumpulan data, baik melalui observasi, kuesioner, wawancara, eksperimen, maupun metode lainnya.
Di bagian ini, kamu tidak perlu banyak komentar atau interpretasi , karena tujuannya adalah untuk menunjukkan apa yang ditemukan , bukan menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi.
Beberapa ciri khas dari bagian hasil antara lain:
Disajikan secara objektif tanpa opini pribadi.
Umumnya berupa angka, tabel, grafik, atau gambar pendukung.
Mengandung ringkasan temuan utama , bukan analisis mendalam.
Menggunakan kalimat yang to the point dan jelas.
Contohnya:
“Dari hasil survei terhadap 100 responden, sebanyak 75% menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan.”
Kalimat di atas hanya menyampaikan fakta hasil survei tanpa menjelaskan mengapa responden merasa puas. Penjelasan itu baru akan muncul di bagian pembahasan.

Berbeda dengan bagian hasil, pembahasan merupakan bagian di mana kamu menafsirkan dan menjelaskan makna dari hasil penelitian . Untuk menanyakan kamu menjawab pertanyaan: “Apa arti dari data yang sudah ditemukan tadi?”
Bagian pembahasan tidak hanya menyajikan data, tetapi juga menghubungkannya dengan teori, penelitian terdahulu, dan hipotesis yang Anda ajukan.
Dengan kata lain, pembahasan berfungsi untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat dan memberikan makna yang lebih dalam terhadap hasil yang telah dipaparkan sebelumnya.
Beberapa ciri khas bagian pembahasan adalah:
Berisi analisis dan interpretasi hasil penelitian.
Menjelaskan mengapa hasil tersebut bisa terjadi.
Dapat dibandingkan dengan teori atau penelitian sebelumnya .
Menggunakan gaya bahasa yang analitis dan argumentatif .
Contohnya:
“Tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi menunjukkan bahwa strategi pelayanan berbasis digital berhasil meningkatkan pengalaman pengguna, sesuai dengan teori kepuasan pelanggan menurut Kotler (2017).”
Kalimat di atas tidak hanya menampilkan data, tetapi juga memberikan penjelasan dan kaitannya dengan teori.
Kamu bisa pelajari lebih lanjut tentang usulan pendirian perguruan tinggi untuk mengetahui langkah dan syarat penting dalam membangun lembaga pendidikan baru.
Klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk mulai berkonsultasi dengan tim ahli!

Setelah memahami pengertian keduanya, sekarang kita bahas secara rinci perbedaan hasil dan pembahasan agar kamu bisa lebih mudah memisahkan keduanya saat menulis karya ilmiah.
Hasil bertujuan untuk menyampaikan temuan penelitian apa adanya.
Pembahasan bertujuan untuk menafsirkan kesimpulan dan menjelaskan maknanya.
Bagian hasil hanya berisi data mentah atau makanan sederhana , seperti angka, tabel, grafik, atau diagram.
Bagian pembahasan berisi penjelasan, argumentasi, dan interpretasi teori yang mendukung hasil tersebut.
Pada bagian hasil, bahasa yang digunakan biasanya objektif dan langsung, misalnya “sebanyak 60% responden menyatakan setuju.”
Sedangkan pada pembahasan, bahasanya lebih analitis dan menjelaskan , seperti “hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pandangan positif terhadap kebijakan tersebut.”
Umumnya, hasil ditulis terlebih dahulu sebelum pembahasan.
Setelah hasil selesai dipaparkan, barulah masuk ke bagian pembahasan untuk menguraikan maknanya.
Bagian hasil dapat menggunakan grafik, tabel, atau gambar untuk memperjelas data.
Bagian pembahasan lebih menonjolkan deskripsi teks yang menjelaskan arti data tersebut.

Banyak mahasiswa atau penulis jurnal yang menggabungkan hasil dan pembahasan menjadi satu bagian, biasanya karena alasan efisiensi atau mengikuti format jurnal tertentu.
Namun, penyatuan ini tidak berarti keduanya sama. Ketika digabung, struktur penulisannya biasanya seperti ini:
Menampilkan data hasil penelitian .
Langsung diikuti oleh analisis dan pembahasannya .
Contohnya:
“Sebanyak 80% responden menyatakan puas terhadap layanan aplikasi. Hal ini menunjukkan bahwa fitur baru yang diterapkan mampu memenuhi kebutuhan pengguna, sebagaimana dikemukakan oleh teori kepuasan pelanggan menurut Kotler (2017).”
Dari contoh tersebut terlihat bahwa data (hasil) langsung diikuti oleh penjelasan (pembahasan) . Jadi, meskipun disatukan, peran keduanya tetap berbeda dan harus terlihat jelas.
Klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk mulai berkonsultasi dengan tim ahli!

Agar lebih paham, berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan penulis pemula:
Banyak yang langsung memberikan pendapat pada bagian hasil, padahal seharusnya tidak. Ingat, bagian hasil hanya untuk menampilkan temuan , bukan menjelaskan.
Sebaliknya, ada juga yang hanya menulis ulang data di bagian pembahasan tanpa memberikan interpretasi atau kaitan teori . Hasilnya, pembahasan menjadi datar dan kurang ilmiah.
Pembahasan sebaiknya selalu dikaitkan dengan teori atau penelitian terdahulu agar hasil penelitianmu memiliki dasar ilmiah yang kuat .

Supaya tulisanmu lebih menarik dan mudah dipahami, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
Hindari kalimat pasif yang terlalu panjang. Gunakan kalimat aktif agar pembaca mudah mengikuti alur pemikiranmu.
Tabel, grafik, dan diagram dapat membantu pembaca memahami hasil penelitian dengan lebih cepat.
Mulailah pembahasan dari temuan yang paling penting, lalu jelaskan hubungan dan maknanya satu per satu.
Gunakan kata penghubung seperti selain itu , selanjutnya , namun , oleh karena itu , dan di sisi lain agar alur penulisan terasa halus dan logis.
Selalu pastikan pembahasanmu menjawab rumusan masalah atau tujuan penelitian yang kamu tulis di awal.
Klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk mulai berkonsultasi dengan tim ahli!
Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa hasil dan pembahasan adalah dua bagian penting dalam karya ilmiah yang memiliki fungsi berbeda.
Bagian hasil fokus pada penyajian data secara objektif.
Bagian pembahasan fokus pada penafsiran data dan menghubungkannya dengan teori.
Dengan memahami perbedaan hasil dan pembahasan , kamu bisa menulis laporan penelitian atau artikel ilmiah dengan lebih rapi, logistik, dan profesional.
Jadi, saat menulis nanti, pastikan kamu memisahkan keduanya dengan jelas karena meskipun sering disatukan, hasilnya adalah “apa yang kamu temukan”, sedangkan pembahasannya adalah “mengapa hal itu bisa terjadi.”
Share this:
Rudi Ferdiansah merupakan dosen yang aktif menulis dan membahas topik publikasi jurnal ilmiah, baik jurnal nasional terindeks Sinta maupun jurnal internasional bereputasi. Pengalamannya dalam dunia akademik membuat setiap tulisannya lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan penulis jurnal. Ia rutin membagikan panduan seputar pemilihan jurnal, teknik penulisan artikel ilmiah, hingga strategi menghadapi proses review agar peluang diterima semakin tinggi. Pendekatan yang digunakan cenderung sistematis, namun tetap mudah dipahami oleh mahasiswa maupun dosen.