Alur Submit Jurnal Nasional dari Awal sampai Publish

lecture 3986809 640 300×200 1

Bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun akademisi, memahami alur submit jurnal nasional adalah hal yang sangat penting. Sebab, proses pengiriman artikel ilmiah ke jurnal nasional tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada tahapan, ketentuan, dan prosedur yang harus dipahami agar artikel dapat diproses dengan baik hingga tahap publikasi.

Banyak penulis pemula masih merasa bingung ketika pertama kali ingin mengirim artikel ke jurnal, khususnya jurnal nasional berbasis OJS. Padahal, jika kamu memahami alurnya sejak awal, proses submit akan terasa jauh lebih mudah dan terarah.

Melalui artikel ini, kamu akan memahami apa itu jurnal nasional, bagaimana sistem pengirimannya, serta alur submit jurnal nasional yang umum digunakan di berbagai platform jurnal ilmiah di Indonesia.

Apa Itu Jurnal Nasional?

Jurnal nasional adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan di Indonesia dan digunakan sebagai media publikasi hasil penelitian, kajian ilmiah, maupun artikel akademik lainnya. Jurnal ini biasanya dikelola oleh perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi profesi, atau institusi pendidikan tertentu.

Jurnal nasional memiliki peran penting dalam dunia akademik karena menjadi salah satu sarana utama penyebaran ilmu pengetahuan. Artikel yang diterbitkan di dalamnya umumnya berisi hasil penelitian, kajian pustaka, maupun pembahasan ilmiah yang ditulis secara sistematis dan mengikuti kaidah akademik.

Saat ini, sebagian besar jurnal nasional telah menggunakan sistem pengelolaan berbasis online yang dikenal dengan Open Journal Systems atau OJS. Melalui sistem ini, penulis dapat melakukan proses submit artikel secara mandiri, mulai dari pendaftaran akun hingga pemantauan status naskah.

Mengapa Jurnal Nasional Penting untuk Mahasiswa dan Dosen?

Bagi mahasiswa, publikasi di jurnal nasional sering kali menjadi salah satu syarat akademik, terutama untuk tugas akhir, skripsi, tesis, maupun disertasi. Bahkan, tidak sedikit kampus yang mewajibkan mahasiswanya untuk menerbitkan artikel sebelum dinyatakan lulus.

Sementara itu, bagi dosen dan peneliti, jurnal nasional sangat penting untuk mendukung kinerja akademik, meningkatkan rekam jejak publikasi, serta menunjang kebutuhan administratif seperti penilaian BKD, kenaikan jabatan fungsional, hingga pengembangan karier akademik.

Karena itu, memahami alur submit jurnal nasional menjadi langkah awal yang wajib dikuasai sebelum kamu mulai mengirim artikel ke jurnal tujuan.

Apa Itu Alur Submit Jurnal Nasional?

Alur submit jurnal nasional adalah rangkaian proses yang harus dilalui penulis ketika ingin mengirim artikel ilmiah ke jurnal nasional untuk dipublikasikan. Proses ini biasanya dilakukan melalui website jurnal berbasis OJS.

Meskipun tampak sederhana, sebenarnya ada beberapa tahap yang harus diperhatikan dengan baik. Mulai dari memilih jurnal yang sesuai, registrasi akun, upload naskah, pengisian metadata, hingga menunggu proses editorial dan review.

Jika salah satu tahap dilakukan dengan kurang tepat, proses submit bisa terhambat atau bahkan artikel berisiko ditolak sejak awal.

Mengapa Banyak Penulis Gagal di Tahap Submit?

Salah satu alasan mengapa banyak artikel gagal diproses bukan selalu karena isi penelitiannya buruk, tetapi karena penulis kurang memahami alur submit jurnal nasional.

Sering kali, penulis hanya fokus pada isi artikel, tetapi lupa memperhatikan hal-hal teknis seperti format template, kelengkapan metadata, kesesuaian scope jurnal, dan persyaratan pengajuan. Padahal, aspek teknis ini sangat berpengaruh dalam proses awal seleksi editorial.

Oleh karena itu, penting untuk memahami setiap tahap submit agar peluang artikel diterima menjadi lebih besar.

Alur Submit Jurnal Nasional yang Umum Digunakan

Berikut adalah tahapan alur submit jurnal nasional yang umumnya diterapkan pada jurnal berbasis OJS di Indonesia.

1. Menentukan Jurnal Nasional yang Sesuai

Langkah pertama dalam alur submit jurnal nasional adalah memilih jurnal yang relevan dengan topik artikelmu. Ini adalah tahap yang sangat penting karena banyak artikel ditolak hanya karena tidak sesuai dengan fokus dan scope jurnal.

Sebelum submit, pastikan kamu sudah memeriksa beberapa hal, seperti bidang keilmuan jurnal, template penulisan, pedoman author guidelines, biaya publikasi jika ada, serta status akreditasi jurnal tersebut.

Jangan hanya memilih jurnal karena cepat terbit. Pastikan juga jurnal tersebut memang sesuai dengan kualitas dan tujuan publikasi artikelmu.

2. Membuka Website Jurnal

Setelah menemukan jurnal yang sesuai, langkah berikutnya adalah membuka website resmi jurnal tersebut. Saat ini, hampir semua jurnal nasional menggunakan sistem OJS sehingga seluruh proses pengajuan dilakukan secara online.

Di halaman utama website jurnal, biasanya kamu akan menemukan menu seperti Home, About, Current Issue, Archives, Register, dan Login. Dari sinilah proses submit dimulai.

3. Mendaftar Akun Penulis

Jika kamu belum memiliki akun di jurnal tersebut, kamu perlu melakukan registrasi terlebih dahulu. Klik menu “Register” atau “Daftar”, lalu isi data yang diminta seperti nama lengkap, email aktif, afiliasi institusi, username, dan password.

Pastikan semua data diisi dengan benar, terutama email dan nama penulis. Sebab, informasi ini akan digunakan selama proses komunikasi editorial berlangsung.

Jika pendaftaran berhasil, kamu bisa langsung login ke sistem jurnal.

4. Memulai Pengajuan Artikel Baru

Setelah login, kamu dapat memulai pengajuan artikel dengan memilih menu “New Submission” atau “Make a Submission”.

Di tahap ini, sistem akan meminta kamu untuk memilih jenis naskah yang akan dikirim. Pada umumnya, kamu perlu memilih kategori seperti Article, Research Article, atau Original Article, tergantung kebijakan jurnal masing-masing.

Tahap ini merupakan awal resmi dari proses alur submit jurnal nasional.

5. Memilih Section atau Jenis Artikel

Setelah masuk ke halaman submission, kamu biasanya akan diminta memilih section artikel. Bagian ini harus disesuaikan dengan jenis tulisan yang kamu kirim.

Jika kamu mengirim artikel hasil penelitian, maka section yang dipilih biasanya adalah “Article” atau “Research Article”. Jika kamu mengirim review artikel, maka pilih section yang sesuai dengan kebijakan jurnal.

Kesalahan dalam memilih section bisa membuat proses editorial menjadi lebih lama, jadi bagian ini tidak boleh diabaikan.

6. Menyetujui Persyaratan Pengajuan

Pada tahap berikutnya, kamu akan melihat beberapa poin persyaratan yang harus disetujui sebelum artikel dikirim. Biasanya, poin tersebut berisi pernyataan bahwa artikel belum pernah dipublikasikan, tidak sedang dikirim ke jurnal lain, serta sudah sesuai dengan pedoman penulisan jurnal.

Kamu perlu mencentang semua persyaratan tersebut sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Meskipun terlihat sederhana, tahap ini sangat penting dalam alur submit jurnal nasional karena berkaitan dengan etika publikasi ilmiah.

7. Upload File Artikel

Setelah menyetujui persyaratan, langkah selanjutnya adalah mengunggah file artikel. Umumnya, jurnal meminta file dalam format Microsoft Word (.doc atau .docx), meskipun beberapa jurnal juga menerima file tambahan seperti PDF atau lampiran pendukung.

Pastikan file yang kamu unggah sudah final, sesuai template jurnal, dan bebas dari kesalahan format. Jika jurnal menerapkan sistem blind review, periksa juga apakah identitas penulis sudah dihapus dari naskah utama jika memang diminta.

Upload file yang benar akan membantu mempercepat proses seleksi awal oleh editor.

8. Mengisi Metadata Artikel

Tahap berikutnya yang sangat penting dalam alur submit jurnal nasional adalah pengisian metadata. Metadata adalah informasi dasar yang menjelaskan identitas artikel yang kamu kirim.

Data yang biasanya harus diisi meliputi judul artikel, abstrak, kata kunci, nama penulis, afiliasi, email, dan kontributor lain jika ada penulis tambahan.

Isi metadata harus benar-benar sesuai dengan naskah utama. Jangan sampai judul, abstrak, atau nama penulis berbeda antara file artikel dan data yang dimasukkan ke sistem.

Kesalahan di bagian ini bisa memengaruhi proses indexing dan identitas artikel saat diterbitkan nanti.

9. Mengecek Kembali Semua Data

Sebelum menyelesaikan pengiriman, luangkan waktu untuk memeriksa kembali semua data yang sudah diinput.

Pastikan file artikel sudah benar, section sudah sesuai, metadata sudah lengkap, dan tidak ada typo pada nama penulis, judul, maupun abstrak. Tahap ini sering disepelekan, padahal sangat penting untuk menghindari kesalahan administratif.

Semakin teliti kamu di tahap ini, semakin kecil risiko masalah saat proses editorial berlangsung.

10. Menyelesaikan Submission

Jika semua data sudah sesuai, langkah terakhir adalah menekan tombol “Finish Submission” atau “Selesaikan Pengajuan”.

Setelah itu, sistem biasanya akan menampilkan notifikasi bahwa artikel berhasil dikirim. Artinya, proses alur submit jurnal nasional telah selesai dan naskah kamu sudah masuk ke sistem pengelolaan jurnal.

Setelah submission selesai, kamu tinggal menunggu proses lanjutan dari pihak editor.

11. Menunggu Proses Editorial dan Review

Setelah artikel berhasil dikirim, proses belum langsung selesai. Artikel akan masuk ke tahap editorial, di mana editor akan memeriksa kelengkapan administrasi, kesesuaian topik, kualitas awal naskah, dan kemungkinan artikel diteruskan ke reviewer.

Jika artikel lolos tahap awal, biasanya kamu akan menerima pemberitahuan melalui email atau dashboard OJS. Jika ada revisi, kamu perlu memperbaiki artikel sesuai arahan editor atau reviewer.

Karena itu, pastikan kamu rutin mengecek email dan akun jurnal agar tidak tertinggal informasi penting.

Tips Agar Alur Submit Jurnal Nasional Lebih Lancar

Agar proses submit berjalan lebih mulus, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.

Pertama, pilih jurnal yang sesuai dengan bidang artikelmu. Kedua, baca author guidelines dengan teliti sebelum submit. Ketiga, gunakan template resmi jurnal. Keempat, pastikan abstrak dan kata kunci ditulis dengan baik. Kelima, jangan lupa cek plagiarisme sebelum mengirim artikel.

Selain itu, pastikan kamu menggunakan email aktif dan selalu memantau perkembangan artikel setelah submit. Hal-hal kecil seperti ini sering kali menentukan kelancaran proses publikasi.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Submit Jurnal Nasional

Ada beberapa kesalahan umum yang masih sering dilakukan penulis saat menjalani alur submit jurnal nasional.

Salah satunya adalah mengirim artikel ke jurnal yang tidak sesuai bidang. Kesalahan lainnya adalah tidak mengikuti template, salah mengisi metadata, mengunggah file yang belum final, serta kurang teliti membaca petunjuk submission.

Kesalahan-kesalahan tersebut sebenarnya bisa dihindari jika penulis lebih cermat sejak awal.

Penutup

Memahami alur submit jurnal nasional adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin mempublikasikan artikel ilmiah secara lebih terarah dan profesional. Meskipun pada awalnya terlihat rumit, proses ini sebenarnya akan terasa jauh lebih mudah jika kamu sudah memahami tahapan-tahapannya dengan baik.

Mulai dari memilih jurnal yang tepat, membuat akun, upload artikel, mengisi metadata, hingga menunggu proses review, semuanya merupakan bagian penting yang tidak boleh dilewatkan.

Jika kamu sedang bersiap untuk publikasi, memahami alur submit jurnal nasional sejak awal bisa membantu mengurangi kesalahan teknis dan meningkatkan peluang artikelmu diproses dengan lebih lancar.

Bagi kamu yang ingin pendampingan publikasi jurnal nasional maupun internasional, kamu juga bisa menggunakan layanan profesional agar proses submit, revisi, hingga publikasi menjadi lebih mudah dan terarah.

FAQ

Apakah submit jurnal nasional harus melalui OJS?

Sebagian besar jurnal nasional saat ini memang menggunakan sistem OJS. Namun, ada juga beberapa jurnal yang masih menerima pengiriman artikel melalui email, meskipun jumlahnya semakin sedikit.

Apakah submit jurnal nasional gratis?

Tidak selalu. Ada jurnal nasional yang gratis, tetapi ada juga yang mengenakan biaya publikasi atau article processing charge (APC). Karena itu, kamu perlu mengecek informasi biaya sebelum submit.

Berapa lama proses submit jurnal nasional?

Waktu prosesnya bervariasi tergantung kebijakan jurnal. Ada yang memakan waktu beberapa minggu, tetapi ada juga yang membutuhkan beberapa bulan hingga artikel dinyatakan terbit.

Apa yang harus dilakukan jika artikel direvisi?

Jika artikel direvisi, kamu perlu memperbaiki naskah sesuai catatan editor atau reviewer, lalu mengunggah kembali versi revisi ke sistem jurnal.

Apakah mahasiswa bisa submit jurnal nasional?

Tentu saja bisa. Bahkan, banyak mahasiswa S1, S2, dan S3 yang saat ini diwajibkan untuk melakukan publikasi jurnal nasional sebagai bagian dari kebutuhan akademik.

Arulfalah Nurwahid adalah mahasiswa program doktor (S3) yang memiliki fokus pada publikasi jurnal ilmiah, khususnya jurnal internasional bereputasi. Ia aktif membagikan insight dan pengalaman dalam menyusun serta mempublikasikan artikel ilmiah di berbagai platform akademik. Tulisannya banyak mengulas strategi penulisan akademik, pemilihan jurnal internasional, serta cara meningkatkan kualitas naskah agar sesuai dengan standar reviewer. Gaya penyampaiannya dibuat jelas dan terstruktur sehingga mudah diikuti oleh penulis pemula maupun lanjutan.

You might also like

Head Office Greenland Sendang Residence No. E-06, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611 Customer Support 0852-1341-2727

Attention!

Mau Skillmu Makin Jago dan Karirmu Melesat? Yuk, Gunakan Jasa Sertifikasi Profesi di Ditekindo Sekarang Juga!

Konsultasikan Pada Kami

Ridwan Institute adalah lembaga publikasi jurnal ilmiah yang membantu penerbitan jurnal

Ditekindo