Kesalahan Umum Saat Mengirim Jurnal

Tambahkan judul 2025 08 05T095531.290

Hallo Sobat Ridwan Institute 👋🏻 Mengirim artikel ke jurnal terindeks Scopus atau SINTA merupakan langkah penting dalam perjalanan akademik.

Namun, banyak naskah yang gagal diterbitkan bukan karena isi yang lemah, melainkan karena kesalahan teknis dan prosedural yang sebenarnya dapat dihindari.

Artikel ini akan membahas pengertian Scopus & SINTA dan tujuh kesalahan yang paling sering ditemui dalam proses pengiriman jurnal, beserta cara mengatasinya dengan lebih strategis.

Panduan Ringkas Mengenal Scopus dan SINTA

Sebelum membahas kesalahan umum dalam publikasi jurnal, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu Scopus dan SINTA.

Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi terbesar di dunia untuk literatur ilmiah yang dikelola oleh Elsevier.

Scopus banyak digunakan oleh jurnal bereputasi internasional untuk mendistribusikan dan mengevaluasi karya ilmiah secara global.

Sementara itu, SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem indeksasi nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia.

SINTA mengklasifikasikan jurnal-jurnal ilmiah nasional berdasarkan kualitas dan dampaknya ke dalam 6 peringkat, dari SINTA 1 (tertinggi) hingga SINTA 6.

Bagi kamu yang ingin pendampingan publikasi jurnal nasional dan internasional, segera hubungi kami sebelum kehabisan Slot!

Tips Menghindari 7 Kesalahan Umum Saat Mengirim Jurnal ke Scopus & SINTA

Harga Publikasi Jurnal ISSN

1. Memilih Jurnal yang Tidak Sesuai Bidang Keilmuan

Salah satu kesalahan paling mendasar adalah mengirimkan artikel ke jurnal yang tidak relevan dengan topik riset.

Hanya karena jurnal tersebut memiliki reputasi tinggi atau waktu publikasi cepat, bukan berarti otomatis sesuai dengan cakupan kajian Anda.

Sebaiknya, telaah dengan saksama Aims and Scope dari jurnal tujuan. Pastikan tema artikel Anda benar-benar berada dalam lingkup kajian jurnal tersebut agar tidak langsung ditolak pada tahap desk review.

2. Mengabaikan Format dan Gaya Penulisan

Setiap jurnal memiliki pedoman penulisan tersendiri, mulai dari struktur dokumen, sistem referensi, hingga detail teknis seperti spasi, margin, dan penggunaan heading.

Ketidaksesuaian dalam hal-hal ini sering kali menjadi alasan penolakan, bahkan sebelum substansi artikel dibaca lebih dalam.

Langkah awal yang penting adalah mengunduh template resmi dari situs jurnal dan mengikuti seluruh ketentuannya secara konsisten.

Untuk pengelolaan referensi, manfaatkan perangkat lunak seperti Mendeley atau Zotero agar sitasi lebih akurat dan sesuai dengan gaya yang disyaratkan.

3. Bahasa Ilmiah yang Kurang Tersusun Rapi

Banyak naskah yang ditolak karena penggunaan bahasa yang tidak efektif, ambigu, atau tata bahasanya lemah—terutama pada artikel berbahasa Inggris. Hal ini menurunkan kredibilitas tulisan dan menyulitkan reviewer dalam memahami maksud penulis.

Penting untuk melakukan proses penyuntingan dan proofreading secara menyeluruh, idealnya dengan bantuan profesional atau rekan sejawat yang fasih dalam penulisan akademik. Bahasa yang baik akan memperkuat argumentasi dan meningkatkan peluang diterima.

4. Mengabaikan Etika Publikasi Ilmiah

Etika dalam publikasi adalah fondasi penting. Praktik seperti plagiarisme (termasuk self-plagiarism), duplikasi pengiriman ke beberapa jurnal secara bersamaan, dan tidak mengungkapkan konflik kepentingan adalah pelanggaran serius yang dapat merusak reputasi akademik.

Sebelum mengirimkan artikel, pastikan naskah telah dicek menggunakan perangkat deteksi plagiarisme seperti Turnitin. Dan ingat, satu artikel hanya boleh dikirim ke satu jurnal dalam satu waktu.

5. Mengirimkan Naskah Melalui Jalur yang Tidak Resmi

Beberapa penulis masih mencoba mengirimkan artikel melalui email atau media tidak resmi lainnya, padahal mayoritas jurnal kini menggunakan sistem OJS (Open Journal System) atau portal digital terintegrasi.

Sebelum mengirimkan naskah, pelajari terlebih dahulu panduan pengiriman yang tersedia di situs jurnal. Ikuti prosedur submit yang telah ditentukan agar naskah Anda terdata dan dapat diproses sesuai alur yang berlaku.

6. Menanggapi Reviewer Secara Emosional atau Tidak Lengkap

Komentar dari reviewer merupakan bagian penting dari proses penyempurnaan naskah.

Namun, tanggapan yang kurang komprehensif atau bersifat defensif justru dapat memperlambat atau menghentikan proses publikasi.

Sebaiknya, susun tanggapan dengan sistematis, sopan, dan disertai bukti perbaikan.

Dokumen response to reviewer perlu dibuat dengan rapi dan profesional, menunjukkan bahwa penulis bersedia merevisi naskah secara substansial.

7. Tidak Memanfaatkan Bantuan Profesional Saat Diperlukan

Proses publikasi, terutama pada jurnal bereputasi, memerlukan waktu, ketelitian, dan pengalaman.

Tidak jarang penulis pemula merasa kewalahan menghadapi seluruh tahapan—mulai dari pemilihan jurnal, penyesuaian naskah, hingga proses submit dan revisi.

Jika merasa perlu, tidak ada salahnya menggunakan jasa publikasi jurnal dari konsultan publikasi atau layanan profesional yang memahami prosedur publikasi akademik secara menyeluruh.

Pendekatan ini dapat membantu menghindari kesalahan mendasar dan mempercepat proses penerimaan naskah.

Untuk memahami lebih dalam tentang cara masuk jurnal ke Scopus, baca juga Cara Masuk Jurnal Scopus.

Bagi kamu yang ingin pendampingan publikasi jurnal nasional dan internasional, segera hubungi kami sebelum kehabisan Slot!

Penutup

Publikasi jurnal bukan hanya tentang isi tulisan, melainkan juga tentang pemahaman terhadap proses dan etika yang menyertainya.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas dan menerapkan praktik yang tepat, peluang artikel Anda untuk diterbitkan di jurnal bereputasi akan jauh lebih besar.

Teruslah menulis, teruslah mengasah kualitas karya ilmiah Anda. Proses ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Arulfalah Nurwahid adalah mahasiswa program doktor (S3) yang memiliki fokus pada publikasi jurnal ilmiah, khususnya jurnal internasional bereputasi. Ia aktif membagikan insight dan pengalaman dalam menyusun serta mempublikasikan artikel ilmiah di berbagai platform akademik. Tulisannya banyak mengulas strategi penulisan akademik, pemilihan jurnal internasional, serta cara meningkatkan kualitas naskah agar sesuai dengan standar reviewer. Gaya penyampaiannya dibuat jelas dan terstruktur sehingga mudah diikuti oleh penulis pemula maupun lanjutan.

You might also like

Head Office Greenland Sendang Residence No. E-06, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611 Customer Support 0852-1341-2727

Attention!

Mau Skillmu Makin Jago dan Karirmu Melesat? Yuk, Gunakan Jasa Sertifikasi Profesi di Ditekindo Sekarang Juga!

Konsultasikan Pada Kami

Ridwan Institute adalah lembaga publikasi jurnal ilmiah yang membantu penerbitan jurnal

Ditekindo