Cara Penerbitan Buku Ber-ISBN

  • October 8, 2019
  • buku
4 Comments

Penerbitan buku tentu melelui proses yang panjang dan memiliki banyak rintangan.ada 4 tahapan untuk bisa sampai ke pembaca yaitu pengarang, penerbit, percetakan, dan distributor. Buku tentu sangat bermanfaat khususnya bagi pelajar untuk itu walau terkadang lumayan sulit tetapi memiliki banyak makna yang tak bisa di ungkapkan dalam sebuah kata.

ISBN  (International Standard Book Number)

adalah analisis unik secara internasional terhadap satu buku maupun produk seperti buku yang diterbitkan oleh penerbit.

Nomor ISBN terdiri atas angka-angka untuk mengidentifikasi kode buku. Awalnya ISBN menggunakan 10 digit angka saja dengan urutan penulisan kode negara-kode penerbit-kode buku-nomor identifikasi. Sejak 2007, sistem penomoran ISBN berubah. Jumlah angka untuk ISBN kini 13 digit. Terdapat tiga digit angka yang ditambahkan di awal, yaitu 978. Angka yang terdiri atas 3 digit tersebut adalah angka EAN Profix.

Untuk mengurus ISBN, penerbit buku bisa datang langsung ke Perpustakaan Nasional atau mengirimkan surat pemohonan (online/offline) yang berisi judul dan sinopsis buku yang akan terbit. Penerbit yang dapat mengurus ISBN adalah penerbit yang telah memiliki badan hukum CV atau PT penerbitan. Kemudian penerbit juga harus menjadi anggota terlebih dahulu. Mengurus ISBN tidaklah sulit, hanya perlu beberapa jam jika pihak penerbit datang langsung ke Perpustakaan Nasional.

Penerbit yang ingin mengajukan permohonan ISBN harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:

  1. Mengisi formulir surat pernyataan untuk penerbit baru yang belum pernah bergabung dalam keanggotaan ISBN;
  2. Menunjukkan bukti perihal penerbit (akta notaris, surat keputusan, akta kesepakatan, atau surat-surat resmi yang dapat dipertanggungjawabkan;
  3. Membuat surat permohonan di atas kop surat resmi penerbit atau badan yang bertanggung jawab;
  4. Melampirkan halaman judul, halaman balik halaman judul, daftar isi, dan kata pengantar.

PROSES PENERBITAN BUKU

Menurut mohammad novan wordpr yang dikutip dalam sebuah website mengemukakan bahwa proses penerbitan buku adalah sebagai berikut :

  1. Misalkan anda sebagai pengarang ingin menegajukan naskah kumpulan puisi ke penerbit A.
  2. Yang anda ajukan cukup naskahnya dalam bentuk ketikan (misalnya Ms. Word) dan bisa disertai print outnya agar memudahkan penerbit dalam memproses naskah tersebut. Penerbit biasanya memberikan banyak kemudahan bagi pengarang yang sudah banyak mengarang buku. Penerbit mau saja menerima kiriman naskah melalui email dan sebagainya.
  3. Penerbit akan menentukan apakah naskah tersebut layak diterbitkan dan kirakira dibutuhkan masyarakat (ada penilaian terhadap isi naskah maupun kwalitas/bobot pengarangnya).
  4. Lalu penerbit akan mengontak pengarang dan membicarakan isi naskah maupun honor.
  5. Sistem honor tergantung sistem yang dianut oleh penerbit. Bisa bersifat langsam (seolah naskah tersebut dibeli oleh penerbit) dengan memberi harga pada naskah tersebut, misalnya dibeli seharga Rp 3.000.000.- dan dibayar secara sekaligus atau bertahap. Tergantung pengajuan penerbit dan disetujui oleh pengarang.
  6. Kerugian sistem ini bagi pengarang adalah: penerbit bisa mencetak naskah tersebut dalam jumlah banyak dan bisa dicetak beberapa kali, tanpa memberi honor tambahan lagi kepada pengarang.
  7. Bisa juga dengan sistem royalti dimana pengarang memperoleh persentase terhadap harga naskah/ buku tersebut. Rata-rata nilai royalti: 10% s/d 15% dari harga buku yang terjual. Pengarang-pengarang yang sudah terkenal sering ditawari honor yang tinggi karena penerbit yakin buku karangannya bakal laku keras. Misalnya: buku tersebut akan dicetak sebanyak 5.000 buah/eksamplar dan dijual dengan harga Rp 15.000.- per eksemplar. Maka pengarang akan memperoleh honor (dianggap semua buku terjual): 10% x 5.000 x Rp 15.000.- Sering pembayaran ini pun dilakukan secara bertahap misalnya 1 x 3 bulan atau 1 x 6 bulan. Bila buku tersebut dicetak ulang lagi, maka penerbit membuat perjanjian lagi dan pengarang akan memperoleh royalti lagi. Biasanya penerbit akan mengontak pengarang lagi untuk cetak ulang (karena bisa jadi pengarang tidak bersedia lagi dan mau pindah ke penerbit lain).
  8. Dengan menggunakan softcopy naskah yang diberikan dalam bentuk ketikan Microsoft Word tersebut, penerbit akan mengolahnya dan mengatur layout serta membuat desain covernya. Desain cover bisa juga diajukan oleh pengarang bila pengarang juga seorang yang ahli dalam desain. Setelah desain cover dan layout isi buku telah selesai, maka akan dimulai proses cetak.
  9. Proses cetak sering dimulai dengan mencetak contoh (dummy) dulu dan melihat hasilnya agar kelak tidak terjadi kesalahan besar. Setelah itu akan dilakukan proses cetak sejumlah yang diinginkan (misalnya: 5.000 buah buku).
  10. Penerbit akan memberikan buku contoh hasil cetakan bagi pengarang untuk file pribadinya dan kemudian penerbit akan melakukan pembayaran kepada pengarang sesuai perjanjian yang telah disepakati/ditandatangani. Bila buku tersebut ingin dicetak terus dan ternyata pengarangnya telah meninggal, maka perjanjian dan hak pembayaran royalti akan diberikan kepada ahli waris (istri/ anaknya) dan seterusnya penerbit akan berurusan dengan ahli warisnya.
  11. Penerbit akan menyebarkan buku tersebut ke toko buku untuk dibeli oleh masyarakat.
  12. Perjanjian Royalti adalah antara pengarang dan penerbit, sedangkan Hak Cipta adalah Hak Pengarang yang bisa diurus oleh pengarang dengan mendaftarkannya ke Departement Kehakiman dan HAM, Direktorat Hak Cipta. Penerbit tidak mengurus Hak Cipta karena Hak Cipta adalah urusan pengarang (kecuali naskah tersebut telah dibeli oleh Penerbit dan sepenuhnya menjadi hak milik penerbit). Tidak banyak buku yang didaftarkan Hak Ciptanya oleh pengarang, biasanya buku-buku yang sangat terkenal atau buku yang bakal dibutuhkan terus yang didaftarkan Hak Ciptanya oleh pengarang.

referensi:

isbn.perpusnas.co.id

mohammadnovanwordpr.com

penerbitdeepublish.com

Baca Juga untuk kalian yang ingin membuat jurnal ilmiah

cara mudah membuat jurnal disini

About us and this blog

We are a digital marketing company with a focus on helping our customers achieve great results across several key areas.

Request a free quote

We offer professional SEO services that help websites increase their organic search score drastically in order to compete for the highest rankings even when it comes to highly competitive keywords.

Subscribe to our newsletter!

More from our blog

See all posts
4 Comments
    • Nurulita
    • July 7, 2020
    Reply

    Ingin menerbitkan jurnal pada bulan ini bagaimana caranya?

      • Admin Ridwan Institute
      • July 8, 2020
      Reply

      silahkan untuk info lebih lengkap bisa menghubungi admin kami ya di 0823-2024-2017

    • Zainal Abidin
    • July 2, 2020
    Reply

    Assalamualaikum, Saya Zainal Abidin Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, bagaimana cara kami memasukkan karya ilmiah kami di jurnal dan bisa terbit bulan ini. Terima Kasih

      • Admin Ridwan Institute
      • July 6, 2020
      Reply

      waalaikumsalam.
      silahkan untuk info lebih lengkap bisa menghubungi admin kami ya di 0823-2024-2017

Leave a Comment