Cara Menulis Novel

Hallo kamu Rinbook👋🏻 Pada kesempatan kali ini kami akan memberikanmu informasi seputar cara menulis novel dengan baik dan benar.

Penasaran seperti apa pembahasannya? Simak terus artikel ini sampai habis agar kamu mendapatkan jawabanya!

Eits! Tapi tunggu dulu, sebelum kamu masuk kedalam pembahasan cara menulis novel, ada baiknya jika kamu ketahui dan pahami terlebih dahulu apa itu novel.

Apa Itu Novel?

Cara Menulis Novel

Dilansir dari ruangguru. Novel merupakan karangan prosa Panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang disekelilingnya memfokuskan watak serta sifat setiap pelaku.

Nah, berbeda dari sastra lainnya, novel adalah karya sastra yang Panjang.

Maka dari itu, novel yang sering kamu lihat di toko buku, rata-rata mempunyai halaman yang lumayan tebal.

Cara Menulis Novel Dengan Baik & Benar

1. Pilih Genre Novel yang Akan Ditulis

Berdasarkan kebenaran atau fakta dalam ceritanya, novel dibedakan menjadi dua genre, yaitu fiksi dan nonfiksi.

Sedangkan jika dilihat dari jenisnya, masih banyak lagi genre yang bisa dikembangkan menjadi sebuah novel.

Beberapa jenis cerita yang sering kita temukan antara lain:

  • Romance

Bercerita tentang kisah romance dua sejoli. Umumnya menggunakan diksi yang indah, cenderung puitis dan dramatis.

Gaya penulisan ini dimaksudkan agar pembaca lebih mudah terbawa oleh liku-liku kehidupan cinta yang dibangun dalam cerita.

  • Fantasi

Biasanya cerita bergenre ini akan sangat jauh dari kenyataan. Isinya penuh imajinasi yang terkadang di luar nalar.

Tema yang sering diangkat antara lain mitos, kesaktian, dan tokoh fiksi yang hampir mustahil ditemukan di dunia nyata.

  • Science Fiction (Sci-Fi)

Ini adalah salah satu genre novel yang bisa dikatakan super PR. Selain membutuhkan kemampuan menulis yang baik dan kepekaan terhadap fenomena dunia, kamu juga membutuhkan pengetahuan lebih mengenai sains dan teknologi.

Mirip dengan genre fantasi, tetapi versinya lebih masuk akal.

  • Horror

Bagi pecinta adrenalin, horor menjadi pilihan hiburan yang tepat. Novel bergenre ini biasanya mengaitkan jalan cerita dengan mitos supranatural yang diyakini masyarakat.

Di Indonesia sendiri, cerita biasanya berkisar pada makhluk gaib dan ritual dunia hitam.

  • Comedi

Rangkaian cerita bernuansa humor yang mengundang gelak tawa ini bisa menjadi hiburan yang menyegarkan otak. Membuatnya mudah dan sulit.

Fenomena sosial perlu kamu pahami agar lelucon yang kamu tulis sesuai dengan selera pasar.

2. Buat Garis Besar Cerita

Agar proses penulisan secara detail lebih mudah, ada baiknya kamu membuat gambaran yang jelas mengenai sebagian besar jalan cerita.

Dengan pemetaan seperti ini, setidaknya kamu sudah mempunyai pegangan terhadap plot yang akan membantumu untuk tetap fokus sehingga cerita bisa tereksplorasi lebih dalam.

3. Membangun Karakter yang Menarik

Hal ini diperlukan agar pembaca bisa merasa dekat dengan karakter yang kamu buat sehingga cerita terasa lebih hidup.

Semakin kuat dan unik karakternya, semakin mudah bagi mereka untuk masuk ke dalam cerita kamu.

4. Pilih sudut pandang yang sesuai

Secara spesifik, ada sekitar 10 jenis sudut pandang (PoV) yang bisa diterapkan dalam penulisan cerita. Namun yang paling sering digunakan adalah:

  • POV tunggal orang pertama

Pengarang sebagai “aku” tokoh utama atau pengarang sebagai “aku” bukanlah tokoh utama.

  • POV orang ketiga serba tahu

Pengarang menjadi sosok yang mempunyai pengetahuan terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam cerita.

Dengan PoV ini, penulis dapat membuat plot dan fragmen yang melompat-lompat sesuai keinginan.

  • POV campuran

Sudut pandang seperti ini memberi kamu kebebasan untuk menggunakan kata “Aku, Dia, Mereka, Kami, Kamu” secara bergantian.

Biasanya digunakan dalam penulisan novel yang mempunyai beberapa bab dengan pokok cerita yang berbeda-beda.

5. Mengembangkan Konflik dan Penyeyalesaiann

Berbeda dengan cerita pendek yang biasanya hanya berisi satu pokok permasalahan, dalam novel kamu bisa menciptakan beberapa konflik yang masih saling berhubungan untuk memperkaya cerita. Jangan lupa tentukan plot dan resolusinya ya!

6. Menulis dengan jelas, tepat dan tidak bertele-tele

Perlu diingat, tulisan panjang dalam novel berbeda dengan tulisan pendek yang dibuat terkesan panjang. Apa bedanya? Alur cerita dan rumusan masalah.

Sebuah cerita yang sebenarnya sederhana namun dibuat secara tidak langsung justru bisa membuat pembacanya bingung atau mudah bosan.

Inilah salah satu alasan mengapa kamu perlu membuat skema cerita secara keseluruhan sebelum merincinya.

7. Tentukan Deadline

Menulis novel membutuhkan waktu, dedikasi, dan kerja keras. Wajar jika sesekali kamu menemui kendala sehingga merasa perlu istirahat dan berhenti menulis sejenak.

Namun, jika perasaan seperti itu terus diikuti, tulisan kamu tidak akan selesai. Oleh karena itu, kamu perlu membuat jadwal dan target agar tetap pada jalurnya agar draf novel tidak berhenti di tengah jalan.

8. Menulis secara konsisten

Apapun pemikiran kamu, usahakan jangan mudah menyerah. Teruslah menulis setiap hari, meski hanya satu kalimat.

Dari situ, bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan inspirasi rangkaian ribuan kata selanjutnya.

9. Revisi Draf

Baca ulang dan revisi pekerjaan kamu sendiri. Hal ini penting untuk menjaga kualitas tulisan agar layak dibaca banyak orang.

10. Publikasikan

Nah, langkah terakhir yang perlu kamu lakukan tentunya adalah mempublikasikan tulisan yang telah kamu tulis dengan sepenuh hati.

Jangan biarkan kecintaan dan dedikasi kamu pada dunia tulis menulis tersembunyi di dalam drive laptop kamu.

Akhir Kata

Nah, mungkin itu saja informasi yang bisa kami berikan seputar cara menulis novel, semoga dengan adanya artikel cara menulis novel ini bisa berguna dan bermanfaat bagi teman-teman semua.

Terimakasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like