Cara Menerbitkan Novel

Hallo teman-teman Rinbook👋🏻 Kami tahu betul bahwa teman-teman sedang kebingungan mencari informasi terkait cara menerbitkan novel bukan? Tenang saja! Pada kesempatan kali ini kami akan memberikanmu informasi dengan lengkap terkait cara menerbitkan novel.

Penasaran seperti apa pembahasannya? Simak terus artikel ini sampai habis agar kamu mendapatkan jawabannya!

Nah, tapi tunggu dulu! Sebelum teman-teman masuk kedalam pembahasan cara menerbitkan novel, sebaiknya teman-teman ketahui dan pahami terlebih dahulu apa itu novel.

Apa Itu Novel?

Cara Menerbitkan Novel

Dilansir dari Kompas.com. novel merupakan karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku.

Sementara menurut dari Encyclopaedia Britannica (2015), novel adalah sebuah narasi prosa yang diciptakan dengan panjang yang cukup dan kompleksitas tertentu.

Nah, sebelumnya teman-teman sudah tahu apa belum nih! Bahwa novel diambil dari Bahasa itali, yaitu nonella yang merupakan bentuk jamak dari novellus.

Novella sendiri semacam anekdot yang diperbesar seperti yang ditemukan dalam decameron klasik Italia pada abad ke-14.

Cara Menerbitkan Novel

Cara Menerbitkan Novel

1. Menulis Novel yang Berkualitas

Langkah pertama dalam menerbitkan novel adalah menulis karya yang berkualitas. Pastikan plotnya menarik, karakternya terasa hidup, dan gaya penulisannya sesuai dengan genre yang dituju.

Jangan lupa untuk melakukan revisi menyeluruh sebelum mengirimkan naskah ke penerbit.

2. Mencari Publisher yang Tepat

Setelah naskah teman-teman siap, langkah selanjutnya adalah mencari penerbit yang cocok. Lakukan riset tentang penerbit yang menerima naskah dalam genre yang teman-teman tulis.

Perhatikan juga persyaratan pengiriman naskah yang berbeda.

3. Mengirimkan Naskah

Ketika teman-teman telah menemukan penerbit yang tepat, kirimkan naskah teman-teman sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh penerbit.

Pastikan untuk menyertakan surat pengantar singkat dan profesional.

4. Menunggu Tanggapan

Proses ini mungkin memakan waktu, jadi bersabarlah. Penerbit akan membutuhkan waktu untuk meninjau naskah teman-teman dengan cermat.

Gunakan waktu ini untuk terus menulis dan meningkatkan keterampilan menulis teman-teman.

Ciri-ciri Novel

Cara Menerbitkan Novel

1. Umumnya Terdiri dari 100 Halaman atau Lebih

Jumlah kata dalam novel cenderung lebih banyak dari pada cerpen. Itu sebabnya, halaman novel cenderung lebih tebal, bahkan lebih berat untuk dibawa.

Semakin kompleks cerita, semakin lama juga alur menuju ending. Akan tetapi, aturan ini tidak bersifat mutlak, ada juga novel yang mempunyai kurang dari 100 halaman, contohnya novel “Dosa Kita Semua” karya Motinggo Busye.

2. Tema dan Alur Cerita Bersifat Kompleks

Permasalahan yang diangkat dalam buku lebih kompleks dan beragam. Sebagai contoh, dalam novel Harry Potter yang ditulis oleh J.K. Rowling, menceritakan perjalanan kehidupan Harry setelah kehilangan kedua orangtuanya.

Kisah ini terus berlanjut saat Harry belajar di Hogwarts, dihadapkan pada ancaman dari Pelahap Maut, dan bahkan menyajikan kisah-kisah romansa yang melibatkan Harry dengan beberapa siswa di sekolah tersebut.

3. Berbentuk Narasi

Novel berbentuk narasi yang diperkuat oleh hadirnya deskripsi dan percakapan. Penulis mengundang pembaca untuk membayangkan situasi yang dialami oleh setiap tokoh secara rinci atau detail.

Percakapan digunakan untuk menggambarkan karakter para tokoh dan masalah yang mereka hadapi.

Dengan narasi yang kuat, pembaca akan merasa penasaran untuk mengetahui bagaimana akhir ceritanya.

4. Alur Berkembang

Karena isu yang disajikan dalam novel tersebut bersifat kompleks, perkembangan alur cerita akan terus berlanjut.

Sebagai contoh, dalam seri novel Harry Potter, ceritanya berkembang dari masa kelahirannya, masa remaja, dewasa, hingga pernikahannya dan memiliki anak.

Alur ini dapat bergerak maju dan mundur untuk membantu pembaca memahami latar belakang kehidupan para tokoh.

5. Mempunyai Banyak Tokoh

Novel biasanya memiliki banyak tokoh yang beragam peranannya, termasuk tokoh protagonis yang menjadi pusat cerita, tokoh antagonis yang menantang protagonis, dan juga tokoh figuran atau pembantu.

Keberadaan mereka saling melengkapi satu sama lain, menjadikan cerita lebih menarik untuk dibaca.

Sebagai contoh, dalam novel Harry Potter, pembaca diajak untuk menjelajahi berbagai silsilah keluarga penyihir, bertemu dengan guru-guru Hogwarts, menghadapi hantu-hantu sekolah, bahkan berinteraksi dengan makhluk-makhluk di Hutan Terlarang.

6. Mempunyai Banyak Latar

Tidak hanya tokoh, latar dalam novel pun beragan. Tidak mungkin hanya ada satu latar yang dominan dari awal sampai akhir cerita.

Latar dalam sebuah novel bisa berubah-ubah, mulai dari rumah, sekolah, hutan, pantai, dan sebagainya.

Ini menunjukkan bahwa latar tidak terpaku pada satu lokasi, melainkan bisa berpindah-pindah.

7. Ada Perubahan Nasib Tokoh

Hal yang paling ditunggu-tunggu dari sebuah novel adalah perubahan nasib yang dialami dan dirasakan oleh tokohnya, baik itu berakhir lebih baik atau pun sebaliknya.

Pembaca berharap akhir yang memuaskan setelah membaca membaca ratusan halaman tersebut.

Struktur Novel

1. Abstrak

Abstrak merupakan ringkasan seluruh cerita yang terdapat pada bagian awal novel. Abstrak bersifat opsional, yang artinya boleh dicantumkan atau tidak.

Abstrak berfungsi atau bertujuan untuk menjelaskan pendahuluan situasi atau cerita yang dialami oleh tokoh utama.

2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian yang menjelaskan suasan, waktu, & tokoh-tokoh yang ada di dalam novel.

Nah, disini penulis biasanya mendeskripsikan aktivitas atau keseharian yang dijalani tokoh utama.

3. Komplikasi

Komplikasi merupakan bagian dalam novel yang menandakan urutan sebab akibat terjadinya peristiwa.

Komplikasi ini merupakan awal mula munculnya konfilk dalam sebuah cerita.

4. Evaluasi

Evaluasi merupakan puncak konflik pada novel. Pembaca dapat merasakan ketegangan yang dialam oleh para tokoh di bagian ini.

5. Resolusi

Resolusi merupakan jalan keluar atau langkah penyelesaian bagi sebuah konflik. Seringkali, resolusi juga menjadi titik akhir dalam sebuah cerita, di mana penulis menggambarkan bagaimana nasib tokoh-tokoh dalam novel tersebut.

Resolusi tidak selalu membawa kebahagiaan, kadang-kadang, cerita berakhir dengan tragis atau bahkan dengan cliffhanger atau menggantung. Semua tergantung pada kemauan si penulis.

6. Koda

Layaknya abstrak, tak semua novel memiliki koda. Koda adalah sebuah unsur yang terdapat dalam cerita, yang mengandung pesan atau amanat yang ingin disampaikan cerita tersebut. Koda pada umumnya diletakkan di bagian akhir sebuah novel.

Akhir Kata

Menerbitkan novel memang bukan hal yang mudah, tetapi dengan kesabaran dan ketekunan, impian teman-teman bisa terwujud.

Semoga cara menerbitkan novel ini bisa bermanfaat bagi teman-teman, yang ingin mewujudkan impian menjadi seorang penulis novel yang sukses!

Terimakasih😉


FAQ

Jelaskan apa yang dimaksud dengan novel?

Paulus Tukam, mengartikan “Novel adalah karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsure-unsur intrinsik”.

Apa saja jenis jenis novel?

  • Romantis.
  • Komedi.
  • Horor.
  • Misteri.
  • Sejarah.
  • Inspiratif.
  • Keagamaan.
  • Sci-Fi.
Apa tujuan dari novel?
Fungsi novel pada dasarnya untuk menghibur para pembaca. Novel pada hakikatnya adalah cerita dan karenanya terkandung juga di dalamnya tujuan memberikan hiburan kepada pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like