Menulis daftar pustaka sering kali jadi bagian yang dianggap sepele dalam membuat karya ilmiah. Padahal, tanpa daftar pustaka yang benar, tulisan bisa kehilangan kredibilitas dan bahkan dianggap tidak asli. Nah, kalau kamu sedang bingung bagaimana cara menulis daftar pustaka dari jurnal, tenang aja! Di artikel ini kami akan membahas secara lengkap dan santai agar mudah kamu pahami.
Daftar Isi
Toggle
Sebelum membahas teknisnya, mari pahami dulu maknanya.
Daftar pustaka adalah kumpulan sumber referensi yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Fungsinya untuk menunjukkan dari mana ide, teori, atau data dalam tulisan kamu berasal.
Dengan mencantumkan daftar pustaka, kamu menghargai karya orang lain dan sekaligus memperkuat validitas tulisanmu.
Bayangkan kalau kamu menulis tanpa sumber. Pembaca mungkin akan bertanya, “Dari mana sih datanya?” Nah, di dalamnya memuat peran daftar pustaka: memberi kejelasan dan kepercayaan pada setiap argumen yang kamu tulis.

Ada banyak jenis sumber yang bisa dijadikan referensi: buku, artikel, website, laporan penelitian, dan tentu saja jurnal ilmiah. Namun, jurnal sering dianggap sebagai sumber paling kuat dan kredibel karena melewati proses peninjauan atau peer review .
Menulis daftar pustaka dari jurnal bukan hanya formalitas, tapi juga menunjukkan bahwa kamu:
Mengajar pada sumber akademik yang sah.
menyusul perkembangan penelitian terbaru.
Menulis dengan dasar yang bisa dipertanggungjawabkan.
Selain itu, jika kamu sedang menulis skripsi, tesis, atau artikel ilmiah, biasanya dosen lebih menyukai referensi dari jurnal dibandingkan blog atau sumber umum lainnya.
Ingin tahu cara mencantumkan sumber online dengan benar? Yuk pelajari cara menulis daftar pustaka dari internet agar referensimu terlihat rapi dan kredibel!
Klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk mulai berkonsultasi dengan tim ahli!

Sebuah daftar pustaka dari jurnal memiliki unsur dasar yang wajib ada agar bisa disebut lengkap. Umumnya terdiri dari:
Nama penulis
Tahun terbit
Judul artikel
Nama jurnal
Volume dan nomor
Halaman artikel
DOI (jika tersedia)
Ketujuh unsur tersebut dapat disusun dengan berbagai gaya penulisan tergantung pada format yang kamu gunakan.

Sampai di sini mungkin Anda bertanya, “Mengapa formatnya bisa berbeda-beda?”
Jawabannya, karena setiap bidang ilmu dan lembaga biasanya mempunyai standar penulisan sendiri. Berikut tiga gaya yang paling sering dipakai.
Format ini paling populer, terutama untuk bidang sosial, psikologi, dan pendidikan.
Contohnya:
Sari, DA (2022). Pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja. Jurnal Psikologi Modern, 10 (2), 45–53. https://doi.org/10.1234/jpm.2022.10.2.45
Ciri khasnya:
Tahun terbit ada di belakang nama penulis dalam tanda kurung.
Nama jurnal dan volume ditulis miring.
DOI dicantumkan di akhir jika ada.
Biasanya digunakan untuk bidang sastra dan humaniora.
Contohnya:
Sari, Dewi Ayu. “Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Remaja.” Jurnal Psikologi Modern , vol. 10, tidak. 2, 2022, hlm. 45–53.
Ciri khasnya:
Judul artikel diapit tanda kutip.
Nama jurnal ditulis miring.
Tidak menggunakan DOI.
Digunakan di bidang sejarah dan sosial.
Contohnya:
Gilang, Bahtiar. “Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Remaja.” Jurnal Psikologi Modern 10, no. 2 (2022): 45–53.
Ciri khasnya adalah gaya klasik dengan tanda baca yang rapi dan urutan kronologis.
Klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk mulai berkonsultasi dengan tim ahli!

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting: cara membuatnya secara langkah demi langkah.
Anda tidak perlu takut salah karena sebenarnya prosesnya sederhana, asalkan tahu urutannya.
Sebelum menulis daftar pustaka, pastikan kamu sudah mencatat semua data penting dari jurnal: nama penulis, tahun, judul, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI.
Kalau kamu ambil dari internet, biasanya semua informasi ini bisa dilihat di bagian atas atau bawah halaman artikel jurnal.
Apakah kamu ingin memakai APA, MLA, atau Chicago? Pastikan kamu tahu dulu ketentuannya, karena setiap format punya aturannya sendiri. Kalau kamu mahasiswa, biasanya kampus sudah menentukan gaya tertentu dalam panduan penulisan.
Gunakan satu pola dan terapkan di semua referensi. Misalnya kamu menulis lima jurnal, maka format semuanya harus sama jangan ada yang memakai APA di satu sumber dan MLA di sumber lain.
Supaya tidak repot, kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Mendeley, Zotero, atau bahkan Google Scholar.
Cukup klik tombol “Cite” atau “Kutip,” lalu pilih format yang kamu mau, dan daftar pustaka otomatis muncul. Praktis banget kan?

Penulisan daftar pustaka memang terlihat mudah, namun banyak juga yang masih keliru. Berikut beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan.
Sering kali nama belakang dan depan tertukar. Ingat ya, urutannya harus nama belakang dulu, baru inisial nama depan.
Padahal ini penting banget, karena jurnal biasanya terbit beberapa kali dalam setahun. Volume dan nomor membantu pembaca menemukan sumber yang kamu maksud.
DOI ibarat “alamat digital” dari artikel jurnal. Kalau kamu menyebutkannya, pembaca bisa langsung membuka jurnal tersebut secara online.
Kadang ada referensi satu pakai titik, lainnya pakai koma, atau bahkan huruf besar kecilnya tidak sama. Hal kecil seperti ini bisa mengurangi nilai profesionalitas tulisanmu.
Klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk mulai berkonsultasi dengan tim ahli!

Berikut beberapa contoh dari bidang yang berbeda supaya kamu mempunyai gambaran yang lebih luas.
Jurnal Pendidikan:
Rahmawati, N. (2021). Strategi pembelajaran berani di masa pandemi COVID-19. Jurnal Pendidikan Nasional, 15 (3), 122–130. https://doi.org/10.5678/jpn.2021.15.3.122
Jurnal Ekonomi:
Hidayat, M. (2020). Analisis pengaruh e-commerce terhadap pertumbuhan UMKM. Jurnal Ekonomi Digital, 8 (1), 11–22.
Jurnal Teknologi:
Putra, R. (2023). Implementasi kecerdasan buatan pada sistem keamanan rumah. Jurnal Teknologi Informasi, 12 (4), 78–86. https://doi.org/10.9876/jti.2023.12.4.78

Selain mengetahui format dan contoh, berikut beberapa tips tambahan agar hasilnya lebih cepat dan mudah dibaca.
Gunakan huruf miring ( italic ) hanya pada nama jurnal.
Gunakan spasi tunggal antar baris daftar pustaka, tetapi beri jarak antar sumber.
Urutkan daftar pustaka berdasarkan abjad nama penulis.
Cek ulang setiap tanda baca. Satu koma atau titik bisa mengubah tampilan profesional tulisanmu.
Klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk mulai berkonsultasi dengan tim ahli!
Sekarang kamu sudah tahu cara menulis daftar pustaka dari jurnal dengan mudah dan benar. Kuncinya bukan hanya format hafal, tapi juga konsisten dan teliti.
Mulai dari mencatat data jurnal dengan lengkap, menentukan gaya penulisan, hingga menyusunnya secara rapi — semuanya bisa dilakukan kalau kamu paham dasarnya.
Kalau ingin lebih praktis, manfaatkan saja aplikasi seperti Mendeley atau Google Scholar. Dengan demikian, Anda tidak perlu mengetik manual satu per satu.
Ingat, daftar pustaka bukan sekadar formalitas, tapi cerminan profesionalitas dan bukti ilmiah penulis. Jadi, tulislah dengan benar sejak awal, dan karya ilmiahmu akan terlihat jauh lebih kredibel dan meyakinkan.
Share this:
Rudi Ferdiansah merupakan dosen yang aktif menulis dan membahas topik publikasi jurnal ilmiah, baik jurnal nasional terindeks Sinta maupun jurnal internasional bereputasi. Pengalamannya dalam dunia akademik membuat setiap tulisannya lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan penulis jurnal. Ia rutin membagikan panduan seputar pemilihan jurnal, teknik penulisan artikel ilmiah, hingga strategi menghadapi proses review agar peluang diterima semakin tinggi. Pendekatan yang digunakan cenderung sistematis, namun tetap mudah dipahami oleh mahasiswa maupun dosen.